05.30, perut semakin mules, sambel kemaren sore semakin bereaksi. Aku masuk aja, check-in dulu. Didalem ada toilet yang lebih representative dibanding yang diluar. So, aku segera meluncur ke tujuan dengan harapan gak banyak yang punya ide serupa. Sampainya disana, ternyata yang ngantri juga banyak, waks.
Sambil menahan mules, aku tanya sama mas-mas yang jaga toilet. 'mas ada toilet lain gak?' tanyaku. Si mas menjawa 'emergensi pakek ini boleh' sambil mbukain pintu toilet buat yang difable. Yah, mumpung gak ada yang makek, mana toiletnya bagus banget, so dihajar saja. Puas selesai menunaikan hajat besar, aku rogoh kantong celana dan nemu beberapa lembar uang kembalian travel tadi. Sebagai tanda terimakasih, aku kasih kenang2an si mas toilet salah satu lembaran uangku.
Sekarang, nunggu haryo didalam, adem dan gak bau macem-macem. Yah itulah kondisi bandara internasional cengkareng (malu mau nyebut nama dua pahlawan proklamasi kita).
No comments:
Post a Comment